Share It

Rabu, 30 November 2011

definisi aerobik


AEROBIK
1.     Definisi aerobik
Dalam arti harfiah, "aerobic" berarti "dengan oksigen". Yakni penggunaan oksigen dalam pembuatan energi seperti yang dilakukan oleh otot-otot. 
Olahraga aerobik adalah setiap jenis kegiatan fisik yang dilakukan pada tingkat intensitas sedang untuk jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, oksigen digunakan untuk "membakar" lemak dan gula untuk menghasilkan adenosin trifosfat yang merupakan pembawa dasar dari energi di tingkat sel. 
Agar lemak dapat terbakar sempurna selama latihan fisik, perlu oksigen. Moderasi yang diperlukan dalam sebuah latihan aerobik memungkinkan sel otot untuk terus disuplai dengan oksigen yang cukup. 
Contoh kegiatan aerobik salah satunya adalah berjalan jarak jauh dengan kecepatan sedang. Bermain tenis tunggal dianggap sebagai kegiatan aerobik karena grakannya yang kontinyu. Namun, golf dan tenis ganda tidak dianggap sebagai kegiatan aerobik, karena mereka lebih sering istirahat. 
Aerobik adalah istilah umum yang digunakan untuk latihan yang menggabungkan beberapa elemen olahraga aerobik, peregangan, dan pelatihan kekuatan dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan (fleksibilitas, kebugaran kardiovaskular, dan kekuatan otot) seseorang.
Dipopulerkan oleh selebriti dan guru olahraga selebriti, latihan aerobik biasanya dilakukan dengan musik dan dengan kelompok. Biasanya, ada instruktur yang memimpin gerakan dan isyarat dari perubahan gerakan olahraga. 
Aerobik saat ini telah berkembang menjadi sesuatu yang dilakukan dengan berbagai gerakan seperti beberapa gerakan tari yang mirip dengan gerakan olahraga. Selain itu, kelas aerobik sekarang dibagi ke dalam beberapa tingkatan intensitas dan kompleksitas. 
Pusat kebugaran dan olahraga juga menawarkan berbagai kelas aerobik untuk semua orang. Kelas-kelas ini diajarkan oleh instruktur bersertifikat. Mereka terkadang memiliki daerah dan tingkat khusus terkait instruksi. 
Aerobik adalah salah satu jenis olahraga yang paling populer di masayarakat. Penggunaan musik, tari, peralatan dan fasilitas lainnya telah memberikan kontribusi terhadap popularitasnya. 
Aerobik adalah olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan denyut jantung untuk jangka waktu tertentu. Dengan begitu tubuh akan memiliki asupan oksigen yang lebih tinggi yang baik untuk sirkulasi darah, penurunan berat badan, pembakaran kalori dan lemak yang lebih cepat.
Ada juga aktivitas fisik yang lain yang bisa dianggap sebagai latihan aerobik, seperti berenang, berlari, berjalan, jogging, dan bersepeda. 
Latihan aerobik dimulai dengan 5 sampai 10 menit pemanasan. Lalu diikuti dengan gerakan olahraga yang sebenarnya, yang berlangsung sekitar 20-30 menit. Dan terakhir adalah proses pendinginan. 
Ada beberapa jenis aerobik yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan individu. Keterampilan, kesehatan dan kenyamanan adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Beberapa dari jenis tersebut diantaranya adalah: 
  • Aerobik beresiko rendah (low-impact aerobics) 
Sesuai namanya, low-impact tidak mencakup kegiatan yang dapat membahayakan tulang dan sendi seperti melompat dan terpental. Gerakan yang dilakukan memiliki intensitas yang lebih rendah, sehingga mengurangi risiko cedera. Dalam olahraga ini, satu atau kedua kaki harus selalu menyentuh lantai. 
Dengan olahraga low-impact, Anda tidak perlu langsung memulainya pada tingkat yang tinggi. Anda bisa mulai melakukannya di tingkat yang lebih lambat dan akan meningkat secara bertahap. 
Aerobik low-impact sangat ideal untuk manula, penderita obesitas dan kelebihan berat badan serta wanita hamil. 

  • Aerobik beresiko tinggi (high-impact aerobics
Aerobik high-impact menggunakan gerakan yang berbeda, seperti gerakan melompat, berputar, menyeret, penggandaan, dll. Gerakan semacam ini dimaksudkan untuk membangun daerah perut, betis, dan juga sistem kardiovaskular. 
Bagi Anda yang lincah dan aktif, maka aerobik high-impact mungkin pilihan yang terbaik. Tapi jika Anda seorang pemula, maka dianjurkan untuk mengikuti aerobik low-impactPerlu diingat bahwa saran dokter sangatlah penting!
  • Step aerobik 
Step aerobik menggunakan bangku pijakan (step bench) dalam pelaksanaannya. 
Jenis aerobik seperti ini beresiko rendah. 
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa step aerobics dapat membantu seseorang dalam mengurangi berat badan, mengingat fakta bahwa dampaknya hanya setengah dari dampak yang timbul ketika bersepeda. Secara keseluruhan, proses atau olahraga ini didedikasikan untuk kekuatan tubuh bagian bawah. 


  • Aerobik kickboxing 
Ini adalah salah satu olahraga yang paling efektif untuk menurunkan berat badan. 
Meskipun, aerobik kickboxing melelahkan, tapi dampaknya pada tubuh sangatlah besar. 
Olahraga ini jelas bisa membantu dalam membangun lebih banyak energi dan stamina yang lebih lama. Aerobik kickboxing dapat membakar sekitar 800 kalori dalam satu jam. 
  • Aerobik air (water aerobics)
Ada lagi aerobik yang beresiko rend  ah namun memberikan hasil yang besar, baik untuk penurunan berat badan maupun meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, yakni aerobik air. 
Menurut para ahli, aerobik yang satu ini membakar kalori lebih cepat dibandingkan dengan olahraga yang menyentuh lantai karena gerakannya melawan kekuatan air. 

ANAEROBIK

Organisme anaerobik

Organisme anaerobik atau anaerob adalah setiap organisme yang tidak memerlukan oksigen untuk tumbuh.
  • Anaerob obligat akan mati bila terpapar pada oksigen dengan kadar atmosfer.
  • Anaerob fakultatif dapat menggunakan oksigen jika tersedia.
  • Organisme aerotoleran dapat hidup walaupun terdapat oksigen di sekitarnya, tetapi mereka tetap anaerobik karena mereka tidak menggunakan oksigen sebagai terminal electron acceptor (akseptor elektron terminal).
Mikroaerofil adalah organisme yang dapat menggunakan oksigen, tetapi hanya pada konsentrasi yang rendah (rentang mikromolar rendah); pertumbuhannya dihambat oleh level oksigen yang normal (sekitar 200 mikromolar). Nanaerob adalah organisme yang tidak dapat tumbuh bila terdapat konsentrasi mikromolar oksigen, tetapi dapat tumbuh dan diuntungkan
Anaerob obligat dapat menggunaka ataun respirasi anaerobik. Jika terdapat oksigen, anaerob fakultatif menggunakan respirasi aerobik  tanpa oksigen beberapa diantaranya berfermentasi, beberapa lagi menggunakan respirasi anaerobik. Organisme aerotoleran hanya dapat berfermentasi. Mikroaerofil melakukan respirasi aerobik, dan beberapa diantaranya dapat juga melakukan respirasi anaerobik.Terdapat beberapa persamaan kimia untuk reaksi fermentasi anaerobik.
Organisme anaerobik fermentatif biasanya menggunakan jalur fermentasi asam laktat:
C6H12O6 + 2 ADP + 2 fosfat → 2 asam laktat + 2 ATP
Energi yang dilepaskan pada persamaan ini sekitar 150 kJ per mol, yang disimpan dalam regenerasi dua ATP dari ADP per glukosa. Ini hanya 5% energi per molekul gula daripada yang dapat dihasilkan oleh reaksi aerobik.
Tumbuhan dan jamur (contohnya ragi) biasanya melakukan fermentasi alkohol (etanol) ketika oksigen terbatas melalui reaksi berikut:
C6H12O6 + 2 ADP + 2 fosfat → 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 ATP
Energi yang dilepaskan sekitar 180 kJ per mol, yang disimpan dalam regenerasi dua ATP dari ADP per glukosa.
Bakteri anaerobik dan archaea menggunakan jalur ini dan beberapa jalur lainnya dalam melakukan fermentasi seperti: fermentasi asam propionat, fermentasi asam butirat, fermentasi pelarut, fermentasi asam campuran, fermentasi butanediol, fermentasi Stickland, asetogenesis atau metanogenesis.
Beberapa bakteri anaerobik menghasilkan  (racun) seperti toksin tetanus atau botulinum yang sangat berbahaya bagi organisme yang lebih besar, termasuk manusia Anaerob obligat akan mati bila terdapat oksigen
Olahraga anaerobik ("tanpa oksigen") adalah kebalikan dari olahraga aerobik ("dengan oksigen"). Keduanya, aerobik dan anaerobik, lebih menggunakan energi selama melakukan aktivitas fisik. 
Olahraga anaerobik biasanya berkaitan dengan tahap awal dari olahraga, atau semacam rentetan pendek dari pengerahan tenaga intens, dimana glikogen atau gula dikonsumsi tanpa oksigen. Olahraga ini ditandai dengan peningkatan kecepatan atau dengan usaha yang lebih besar. 
Olahraga anaerobik membakar lebih banyak kalori, membutuhkan oksigen yang lebih besar dimana oksigen tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup untuk sel-sel dalam membakar lemak. Oleh karenanya gerakan anaerobik menyebabkan peningkatan laju metabolisme tubuh. 
Untuk tubuh yang selalu sibuk, aerobik pasti bisa membantu memperkuat otot-otot tubuh Anda dan juga jantung Anda, ketahanan fisik, dan membantu meningkatkan sirkulasi darah secara keseluruhan. karena tidak adanya enzim superoksida dismutase dan katalase yang dapat mengubah superoksida berbahaya yang timbul dalam selnya karena adanya oksigen.






·         CARDIOVASCULAR
Sistem cardiovascular yaitu sistem yang bertugas mengedarkan darah ke seluruh tubuh dimana darah mengandung oksigen dan nutrisi yang diperlukan sel/jaringan untuk metebolisme melalui 2 sirkulasi yaitu :
*Sirkulasi pulmonal
*Sirkulasi Sistemik
Sistem kardiovascular terdiri dari :
*Jantung
*Sistem sirkulasi (Peredaran Darah)
JANTUNG
Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada (thorax),diantara kedua paru.
• Berada ditengan dada diantara paru dibelakang sternum agak kesebelah kiri
• Terbungkus oleh 2 lapis membran yang disebut pericardium yang membentuk kantung l
• Lapisan sebelah dalam dinamakan pericardium viceral yang secara langsung menempel pada bagian luar jantung.
• Lapisan sebelah luar dinamakan pericardium parietal dan terikat pada columna spinalis, diaphragma dg ligamen.
• Diantara kedua perikardium terdapat sedikit cairan yang memudahkan pergerakan jantung 
*Ruang-ruang pada jantung
• Jantung terdiri dari 4 ruang
• Ruang bagian atas terdiri dari Atrium kiri dan kanan
• Ruang bagian bawah dinamakan Ventrikel kiri dan kanan
• Dinding yang memisahkan atrium kiri dan kanan serta ventrikel kiri dan kanan dinamakan septum
• Ventrikel kiri merupakan ruang paling besar dan kuat. Walau dindingnya hanya setebal ½ inchi tetapi mempunyai tenaga yang cukup kuat untuk mendorong darah melewati katup aorta keseluruh tubuh.
*Lapisan Jantung
• Terdiri dari 3 lapisan
• endocardium – lapisan paling dalam yang dibentuk oleh jaringan epithelial
• myocardium – lapisan yang paling tebal yang terdapat pada bagian tengah merupakan jaringan otot
• epicardium – tipis, lapisan terluar
*Katup Jantung
• Katup Atrioventricular (AV) – mencegah arus balik darah dari ventrikel ke atrium selama fase sistol  ventrikel (contraction)
• Katup Tricuspid  - antara atrium dan ventrikel kanan
• Katup Mitral  - antara atrium dan ventrikel kiri
• Katup Semilunar – mencegah arus balik darah  dari arteri(Arteripulmonal &  aorta) ke ventrikel selama  fase diastol ventrikel(relaxation)
• Katup Semilunar Aorta – antara ventrikel kiri dengan aorta
• Katup Semilunar Pulmonal – antara ventrikel kanan dengan arteri pulmonal
• Seluruh katup terdiri dari jaringan penunjang (bukan otot jantung) , dan membuka serta menutup secara pasif sebagai respon terhadap perubahan tekanan
• Katup AV  - membuka jika tekanan atrium > dari tekanan ventrikel ( selama diastol ventrikel) & menutup jika tekanan ventrikel > dari tekanan atrium ( Selama sistol ventrikel)
• Katup Semilunar  - membuka jika tekanan dalam ventrikel > dari tekanan pada arteri ( Selama sistol ventrikel) dan menutup saat tekanan pada arteri > dari pada tekanan pada ventrikel (Selama diastol ventrikel)
*Lapisan Jantung
Lapisan Jantung terdiri dari pericardium,miokardium dan endokardium
1.PERIKARDIUM
Lapisan ini merupakan kantong pembungkus jantung yang terletak dalam medistinum minus,terletak posterior terhadap korpus sterni dan tulang rawan iga ke-2 sampei ke-6
a.perikardium fibrosum (fiseral),merupakan bagian kantong yang membatasi pergekaran jantung terikat dibawah sentrum tendinium diafragma,bersatu dengan pembuluh darah besar melekat pada sternum melalui ligamentum sternoperikardial
b.Perikardium serosum (parietal),dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
-perikardium parietalis membatasi pericardium fibrosum (fiseral) sering disebut epikardium
-perikardium fiseral mengandung sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan jantung
2.MIOKARDIUM
Lapisan otot jantung yang menerima darah dari arteri koronaria,arteri koronaria kiri bercabang menjadi arteri desenden anterior dan tiga arteri sirkumflkes.Arteri koronaria kanan memberikan darah untuj sinotrial node,ventrikel kanan.Vena koronaria mengembalikan darah kesinus kemudian bersikulasi langsung ke dalam paru-paru
3.ENDOKARDIUM
Dinding dalam atrium diliputi oleh membrane yang mengkilat dan terdiri dari jaringan endotel atau selaput lender yang licin kecuali aurikula dan bagian depan sinus vena kav.dibagian ini terdapat bundelan otot parallel yang berjalan kedepan Krista,kearah bawah Krista terminalis terdapat sebuah lipatan endokardium yang menonjol dan dikenal dengan valvula vena kava inferior yang berjalan di depan muara V.Inverior menuju kesebelah tepi dan disebut vosa ovalis.Diantara atrium kanan dan ventrikel kanan terdapat hubungan melalui orifisium artikulere
• SISTEM SIRKULASI
Berfungsi memberikan supply darah ke jaringan dan mengalirkan darah yang berisi metabolit dan CO2 ke jantung 
Terdiri dari:
• Aorta
• Arteri
• Arteriol
• Kapiler
• Vena
• Venula
Tunika Intima
• Lap epithel yang  membatasi lumen  dengan dinding pembuluh darah disebut Edothelium
​Dditutup oleh lapisan membran:
​MEMBRANA ELASTICA INTERNA
Tunika Media /T. Muskularis
• Jaringan otot polos sikuler
• Ditutupi oleh lapisan Membrana Elastica Externa
Tunika Adventitia
• Serabut jaringan ikat kolagen
• Pada pembuluh darah besar terdapat Vasa Vasorium (untuk nutrisi pembuluh darah)
• Serabut saraf untuk mengatur tonus otot polos T.media
pembuluh darah Arteri ≠ Vena
• Ø LUMENA Vena > Arteri
• T. Intima Vena sedang Memp. katup
• T. Media Vena > Tipis
• T. Adventitia Vena > Tebal
SIST. Pembuluh darah membentuk
Sist. Sirkulasi
•Sirkulasi Sistemik
• Sirkulasi Pulmonal
• Ratio tebal dinding : Lumen = 1 : 5
Arteri
Arteri  Elastic (besar)
• Aorta
• A. Subclavia
• A. Iliaka
• ​Ø : 1 – 2 cm
• Ratio tebal dinding : Lumen 1:5 – 7
• Memiliki serabut  elastin yang  tebal pada tunika media
• Tunika media tebal
• Tekanan darah tertinggi
• Sistolik ​: 120 mm Hg
• Diastolik​:   80 mm Hg
A. Muskuler (sedang)
• T. Medianya paling tebal
• Ratio tebal dinding : Lumen = 1 : 5 (Relaxasi), 1 : 3 (Kontriksi),
• Ø Lumen : 0,1 – 1 cm
• FS: Mengalirkan darah ke organ – organ
• Stimulasi Simpatis → Kontr. Tidak ada stimulasi → relax
• Regulasi ini untuk mengatur aliran ~ kebutuhan
• Tekanan darah > Terkumpul pada vena
• ukuran Ø Lumen vena > Arteri
• Terdapat katup pada V. Sedang
• Sist. Pompa otot
• Sist. Pompa Resp. Pada thorax
 
VENULA
• Mempunyai 3 lapisan yang sama tapi tipis
• Mempunyai kapasitas untuk meregang → dapat menampung >>darah dinbanding kapiler
• Tekanan sangat rendah o.k
  resistensi dari arteiola, kapiler dan jaringan
VENA SEDANG
Mempunyai 3 lapisan tapi
• T. Media > Tipis dari arteri
• T. Adventitia > Tebal
• Ø Lumen > Arteri sedang
aliran pada vena dipengaruhi oleh:
• Respirasi
•Posisi tubuh
•Pompa otot
• Sirkulasi arteri
VENA CAVA
Mempunyai 3 lapisan
• T. Media > Tipis  dari aorta
• T. Adventitia > tebal dari aorta
•tidak mempunyai katup
Faktor yang mempengaruhi aliran darah:
• Sist. Pompa resp
• Daya isap jantung melalui Atrium Dextra
• Vol. Darah
• Tek. Arteri
• Pompa otot&katup-katup pada v.extremitas
• Aktivitas vasomotor arteri yang diatur untuk s.s simpatis
Aliran darah melalui pembuluh darah
Ditentukan oleh :
• gradient  tekanan
• Resistansi vascular
• Flow = Gradient / resistensi
• Perbedaan tekanan = perbedaan antara tekanan permulaan dan akhir pembuluh darah

4. Sistem respirasi
Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.

Pernapasan dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
dalam pernafasan diafragma juga di gunakan untuk tekhnik bernyanyi yang sangat efektif dan bagus untuk mengeluarkan vibrasi yang kuat.

Pernapasan perut

Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan. Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut:
rongga hidung faring trakea bronkus paru-paru (bronkiol dan alveolus).

Gbr. Skema Sistem Respirasi Pada Manusia
Alat Pernafasan
a. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk.
b. Faring (Tenggorokan)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang.
Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.
Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
c. Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
d. Cabang-cabang Tenggorokan (Bronki)
Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.
e. Paru-paru (Pulmo)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis).
Gbr. Struktur paru-paru
Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain.
Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.
Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm, dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus.
Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus).
Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon. Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan.
                  

Gbr. Alveolus yang diperbesar
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karma sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.
Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam.
Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh.
Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
a.
Pernapasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1.
Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2.
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.




Gambar 1
Mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada manusia
b.
Pernapasan Perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.
Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut.

1.
Fase Inspirasi. Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.
2.
Fase Ekspirasi. Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.
Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia.
Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3500 cc, yang 1000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimun yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.
Dalam keadaaan normal, kegiatan inspirasi dan ekpirasi atau menghirup dan menghembuskan udara dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal = ± 500 cc). Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk pare-paru pada pernapasan normal. Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi dalam menggunakan sekitar 1500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1500 cc). Lihat skema udara pernapasan berikut ini.
Skema udara pernapasan


Udara cadangan inspirasi1500



Udara pernapasan biasa
500

kapasitas total Ü
Udara cadangan ekspirasi
1500
Þ kapasitas vital

Udara sisa (residu)
1000

Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3500 cc.
Dari 500 cc udara inspirasi/ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara yang mencapai alveolus, sedangkan sisanya mengisi saluran pernapasan.
Volume udara pernapasan dapat diukur dengan suatu alat yang disebut spirometer.
Gambar 1
Gambaran skematik spirometer
Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.
Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan.
Pekerja-pekerja berat termasuk atlit lebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Demikian juga seseorang yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak. Selanjutnya, seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen daripada seorang vegetarian.
Dalam keadaan biasa, manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa kecuali dalam keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau karena sebab lain, misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang.
Oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh.
Hemoglobin yang terdapat dalam butir darah merah atau eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan globin yang berupa protein.
Gbr. .Pertukaran O2 dan CO2 antara alveolus dan
Pembuluh darah yang menyelubungi
Secara sederhana, pengikatan oksigen oleh hemoglobin dapat diperlihat-kan menurut persamaan reaksi bolak-balik berikut ini :
Hb4 + O2 4 Hb O2
(oksihemoglobin)
berwarna merah jernih
Reaksi di atas dipengaruhi oleh kadar O2, kadar CO2, tekanan O2 (P O2), perbedaan kadar O2 dalam jaringan, dan kadar O2 di udara. Proses difusi oksigen ke dalam arteri demikian juga difusi CO2 dari arteri dipengaruhi oleh tekanan O2 dalam udara inspirasi.
Tekanan seluruh udara lingkungan sekitar 1 atmosfir atau 760 mm Hg, sedangkan tekanan O2 di lingkungan sekitar 160 mm Hg. Tekanan oksigen di lingkungan lebih tinggi dari pada tekanan oksigen dalam alveolus paru-paru dan arteri yang hanya 104 mm Hg. Oleh karena itu oksigen dapat masuk ke paru-paru secara difusi.
Dari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan O2 nya 104 mm; menuju ke jantung. Dari jantung O2 mengalir lewat arteri sistemik yang tekanan O2 nya 104 mm hg menuju ke jaringan tubuh yang tekanan O2 nya 0 - 40 mm hg. Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan. Dari jaringan CO2 akan mengalir lewat vena sistemik ke jantung. Tekanan CO2 di jaringan di atas 45 mm hg, lebih tinggi dibandingkan vena sistemik yang hanya 45 mm Hg. Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang tekanan O2 nya sama yaitu 45 mm hg. Dari arteri pulmonalis CO2 masuk ke paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas.
Berapa minimal darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada jaringan? Setiap 100 mm3 darah dengan tekanan oksigen 100 mm Hg dapat mengangkut 19 cc oksigen. Bila tekanan oksigen hanya 40 mm Hg maka hanya ada sekitar 12 cc oksigen yang bertahan dalam darah vena. Dengan demikian kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen adalah 7 cc per 100 mm3 darah.
Pengangkutan sekitar 200 mm3 C02 keluar tubuh umumnya berlangsung menurut reaksi kimia berikut:
C02 + H20 Þ (karbonat anhidrase) H2CO3
Tiap liter darah hanya dapat melarutkan 4,3 cc CO2 sehingga mempengaruhi pH darah menjadi 4,5 karena terbentuknya asam karbonat.
Pengangkutan CO2 oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 Cara yakni sebagai berikut.
1. Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh CO2).
2. Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh CO2).
3. Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2). Reaksinya adalah sebagai berikut.
CO2 + H2O Þ H2CO3 Þ H+ + HCO-3
Gangguan terhadap pengangkutan CO2 dapat mengakibatkan munculnya gejala asidosis karena turunnya kadar basa dalam darah. Hal tersebut dapat disebabkan karena keadaan Pneumoni. Sebaliknya apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis.
Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari ATP (Adenosin Tri Fosfat) yang ada pada masing-masing sel. ATP berasal dari bahan-bahan karbohidrat yang diubah menjadi fosfat melalui tiga tahapan. Mula-mula proses glikolisis oleh enzim glukokinase membentuk piruvat pada siklus Glukosa (Tahap I) kemudian tahap II, yakni siklus krebs (TCA = Tri Caboxylic Acid Cycle) kemudian tahap III, yakni tahap transfer elektron. Glikolisis terjadi di sitoplasma, siklus krebs terjadi di mitokondria.
Ketiga tahap di atas dapat dilihat pada skema berikut ini.
Gangguan pada sistem pernapasan adalah terganggunya pengangkutan O2 ke sel-sel atau jaringan tubuh; disebut asfiksi.
Asfiksi ada bermacam-macam misalnya terisinya alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau Pneumokokus yang menyebabkan penyakit pneumonia.
Pada orang yang tenggelam, alveolusnya terisi air sehingga difusi oksigen sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali sehingga mengakibatkan orang tersebut shock dan pernapasannya dapat terhenti. Orang seperti itu dapat ditolong dengan mengeluarkan air dari saluran pernapasannya dan melakukan pernapasan buatan tanpa alat dengan cara dari mulut ke mulut dengan irama tertentu dan menggunakan metode Silvester dan Hilger Neelsen.
Asfiksi dapat pula disebabkan karena penyumbatan saluran pernapasan oleh kelenjar limfa, misalnya polip, amandel, dan adenoid. Peradangan dapat terjadi pada rongga hidung bagian atas dan disebut sinusitis, peradangan pada bronkus disebut bronkitis, serta radang pada pleura disebut pleuritis. Paru-paru juga dapat mengalami kerusakan karena terinfeksi Mycobacterium tuber culosis penyebab penyakit TBC. Pengangkutan O2 dapat pula terhambat karena tingginya kadar karbon monoksida dalam alveolus sedangkan daya ikat (afinitas) hemoglobin jauh lebih besar terhadap CO daripada O2 dan CO2.
Keracunan asam sianida, debu, batu bara dan racun lain dapat pula menyebabkan terganggunya pengikatan O2 oleh hemoglobin dalam pembuluh darah, karena daya afinitas hemoglobin juga lebih besar terhadap racun dibanding terhadap O2.Gejala alergi terutama asma dapat pula menghinggapi sistem pernapasan begitu juga kanker dapat menyerang paru-paru terutama para perokok berat.Penyakit pernapasan yang sering terjadi adalah emfisema berupa penyakit yang terjadi karena susunan dan fungsi alveolus yang abnormal.



TUGAS MAKALAH
ILMU KESEHATAN OLAHRAGA
AEROBIK, ANAEROBIK, CARDIOVASCULER DAN
RESPIRASI


 





DISUSUN OLEH :
husein
K5609044
PENKEPOR / A
JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010

1 komentar:

  1. artikelnya lengkap gan :), gan senam yg paling efektif untuk menurunkan berat badan itu senam apa ya? trus apakah baju senam wanita yg kita pakai juga berpengaruh besar pada hasilnya nanti gan ? thx ya gan..

    BalasHapus